Pages

Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Mei 2015

Lelah

Rasanya ingin meledak dengan segala rutinitas ini. Pekerjaan yang tak pernah ada habisnya. Tuntutan yang merongrong agar semua dikerjakan dengan tepat dan cepat. Percuma saja meminta pengertian. Karena semua pasti ingin dinomorsatukan, dipedulikan. Mau bagaimanapun aku menjelaskannya pun tak berpengaruh. Karena semua akan berbalik kepadaku.

Liburan, hiburan, tidur. Nyatanya itu semua tak membantu sama sekali menyelesaikan semua ini. Kesenangannya hanya terasa sekejap, saat itu.

Kemarin ada adik angkatan yang curhat sedang banyak masalah, katanya dia rasanya ingin kembali ke masa kecil yang mikirnya gak berat – berat, Cuma main dan belajar. Mendengarnya aku jadi tersenyum juga. Karena aku juga merasa hal yang sama. Dulu ketika kecil ingin segera dewasa, tapi setelah dewasa, punya banyak pekerjaan dan masalah jadi ingin kembali ke masa kecil. Lucu ya? Tapi itu bagus sih, karena artinya kita telah membuat suatu perbedaan kan? Kita telah bergerak, tidak stagnan di tempat.

Tapi tetap saja, aku bingung harus menyelesaikan darimana. Karena waktuku sama dengan yang lain, 24 jam sehari. Anggota badanku juga sama seperti yang lain, hanya punya 2 tangan, 2 kaki, 2 mata, dua telinga, dan satu mulut. Rasanya untuk bernapas pun susah.

Setiap waktu pasti ada yang harus dilakukan, setiap detik pasti ada yang dikerjakan. Tapi benarkah aku sudah melakukan sesuatu yang bermanfaat? Apa yang selama ini aku kerjakan apa benar – benar menghasilkan sesuatu? bahkan setelah semua waktu yang kugunakan pun aku masih bertanya – tanya apakah aku telah melakukan sesuatu?

Jumat, 26 September 2014

Kisahku Bersama UMMATI



Kehidupan kampusku tidak akan membosankan.

Kehidupanku di kota pelajar ini akan lebih bermakna.

Kehidupanku akan lebih berwarna.

Dan disinilah aku memulainya.

Semua berawal di bulan September 2013. Ketika hiruk pikuk mahasiswa baru mulai mewarnai gedung yang terletak di salah satu sudut Universitas Gadjah Mada. Aktivitas perkuliahan mulai menyapa hari – hari maba(mahasiswa baru). Banyak diantara maba yang masih menyesuaikan diri dengan kehidupan kampus yang sama sekali berbeda dengan masa SMA. Tak heran jika dalam beberapa minggu setelah aktivitas perkuliahan dimulai masih terdengar sapaan perkenalan. Beberapa telah membentuk kelompoknya sendiri. Sisanya masih mencari – cari sosok teman yang mungkin akan menjadi teman yang tak terpisahkan.

Bagaimana denganku?

Ini adalah tantangan berat bagiku. Aku terlanjur menyadari bahwa aku bukan orang yang mudah beradaptasi di lingkungan baru. Jadi aku tidak heran ketika aku selalu berjalan sendiri di kampus selama hampir satu minggu. Bukannya aku tidak kenalan dengan teman – teman sekelas, hanya saja ketika sehabis kenalan maka hanya itu yang terjadi. Aku bukan orang yang pandai mengobrol. Ada sedikit perasaan iri dengan Alfi, teman sekamarku di asrama yang begitu mudah akrab dengan orang lain bahkan yang baru dikenal sekalipun. Tipe orang yang supel.

Aku masih ingat saat itu aku berdoa kepada Tuhan, semoga aku segera mendapatkan teman dekat di kampus biar aku nggak kemana – mana sendiri. Dan alhamdulillah besoknya Tuhan mengabulkan doaku. Seorang gadis asal Lamongan bernama Nilda. Entah kenapa aku baru menyadari kalau kami selama ini sekelas haha…Entah kenapa kami pun jadi dekat. Pergi ke kampus bareng, pulang bareng, kemana – mana bareng. Meski dia agak usil kadang – kadang, tapi dia baik dan nggak sombong.

Lalu suatu hari kami dapat SMS dari Ummati. Isinya menginformasikan tentang kajian yang akan diadakan pada Kamis sore. Karena dari ospek emang aku udah niat mau ikut Ummati, jadi aku berencana dateng sekalian mau kepo – kepo. Tak lupa aku ajak teman baruku juga, dan Nilda dengan senang hati setuju.

Maka disanalah kami. Sehabis sholat ashar di depan mushola. Dengan langkah malu – malu dan canggung menerima setiap jabatan tangan dan salam dari ukhti – ukhti yang ramah. Sungguh sambutan yang hangat. Disanalah aku pertama kali mengenal mba Lala, yang menjadi Kadept ku saat ini. Sesuai niat awal, aku pun mulai kepo – kepo tentang kegiatan ummati sama mba Lala. Aku masih ingat bagaimana mba Lala begitu senang katika aku bilang ingin daftar departemen media, hehe.

Lalu beberapa minggu kemudian ketika ada pengumuman oprec ummati aku pun dengan mantap mengambil formulir. Pilihan satu udah pasti Media Ummati, soalnya emang pengen belajar jurnalistik juga si. Pilihan kedua Foreks. Beberapa waktu kemudian pengumuman diterima terpajang. Dan…yes, aku diterima di departemen Media :D

Waktu terus berjalan. Kuliah tetep berjalan dengan lancar seperti biasa. Kajian ba’da ashar setiap kamis masih kuikuti. Lalu aku mulai mengenal beberapa kakak – kakak ummati akhwat dan teman – teman 2013 yang juga mendaftar ummati. Lalu aku juga mulai mengenal teman – teman satu departemen, mas Rega, mas Ardyan, mba Dyan, mba Nisa, mas Bondan, mas Ucup, mba Ulfa,mas Wafi, mas Anggar, Aci dan Ciciek, dan tentu juga mba Lala. Aku sangat senang ketika disini aku diberi kesempatan untuk pertama kalinya dalam membuat U-Magz. Aku dengan dibantu mba Dyan membuat bagian riset. Ini pengalaman baru buatku, dan aku sangat antusias. Akhirnya dengan perjuangan keras U-Magz edisi 1 tahun 2013 terbit. Aku tak berhenti senyum – senyum ketika tulisanku terpajang manis disana, lengkap dengan namaku. Ini pertama kalinya, tulisanku dicetak dalam bentuk majalah hehe…walaupun masih majalah kampus.

Tidak berapa lama ada Ta’um(Ta’aruf Ummati). Disini jadi kenal sama teman – teman ummati yang lain. Disinilah tali kasih bernama ukhuwah mulai terajut dengan manis.
Lalu kabar buruk itu datang. Setelah libur idhul adha, sahabat pertamaku Nilda mengatakan kalau dia nggak bisa ngelanjutin kuliah di UGM lagi. Aku jelas kaget, karena kegiatan kuliah baru seumur jagung dan dia tiba – tiba akan berhenti. Setelah mendengar penjelasannya aku pun hanya bisa berdoa semoga ini memang jalan terbaik yang dia pilih.

Dan kehidupan kampusku terus berlanjut. Sudah tidak sesepi sebelumnya karena aku mulai mengenal banyak teman. Aku juga mulai belajar organisasi di ummati sedikit demi sedikit. Selain itu aku juga mulai tau bagaimana seharusnya muslimah berpakaian, alasan kenapa muslimah dianjurkan pakai rok(dulu masih suka pake celana jeans :p), lalu cara menutup aurat yang baik dan benar, dan banyak lagi. Intinya aku jadi tau banyak hal yang selama ini aku anggap sepele.
Suatu hari di bulan Desember aku di SMS buat ikut rapat membahas Rabes. Walaupun aku sebelumnya nggak tau apa itu Rabes akhirnya aku tetep dateng. Dan voilaaa…aku diberi amanah jadi panitia Rabes sebagai koor konsumsi. Awalnya rada bingung soalnya aku kan belum pernah terlibat dalam kepanitiaan sebelumnya. Tapi ya udah, dicoba aja dulu. Disinilah aku memulai, untuk pertamakalinya dalam sebuah kepanitiaan.

Dari sini rasa percaya diriku mulai tumbuh. Aku merasa dihargai dan dibutuhkan. Dan aku bertekad kalau aku akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan mereka. Dengan dibimbing mba Panti selaku SC aku pun mulai mengerjakan amanah ini. Aku mulai belajar mengorganisir tugas dengan teman – teman yang lain, belajar menyusun timeline, dan pastinya ngomong. Karena sebagai koor otomatis jadi juru bicara di setiap rapat.

Semua berjalan lancar. Konsumsi tidak kurang, anggaran juga sesuai. Mungkin masih ada beberapa kekurangan sedikit, tapi itu wajarlah kan baru pertama hehe…
Setelahnya aku semakin mantap untuk melangkah bersama Ummati. Berbagai kegiatan membuat ikatan ukhuwah semakin terjalin erat. Aku mulai nyaman disini, bersama mereka.

Disini aku belajar untuk semakin dekat dengan Sang Pencipta.

Disini aku belajar organisasi.

Disini aku belajar menjaga amanah.

Disini aku belajar membuat hidup lebih bermakna.

Disini aku merasa berharga.

Dan disini aku merasa seperti menemukan sebuah….keluarga. :D


NB: ngggg...lagi - lagi curhat yah? hehe, the next post mungkin "Kisahku Bersma Kopma UGM". Ada yang mau nungguin? enggak juga gak papa sih :3

Setiap Orang Punya Kisah Sendiri

Sekilas tadi dengerin curhat mba kos tentang masa kecilnya dulu. Mungkin lebih tepatnya nguping secara tidak sengaja. Tapi dengan volume yang senyaring itu mau nggak mau cerita itu juga tertangkap organ pendengaranku.

Mendengar curhat singkatnya tadi aku jadi memikirkan masa kecilku yang kisahnya kurang lebih sama. Dari sana aku mulai berpikir dan menyadari satu hal. Setiap orang punya kisah sendiri.
Mungkin jarang terpikirkan oleh kita  ketika sedang bersama dengan orang lain, bagaimana masa lalu dia? Kepahitan apa yang pernah dirasakannya?. Bahkan terkadang kita tidak pernah mengira bahwa orang yang selama ini terlihat ceria, tegar, dan seolah selalu bahagia juga menyimpan kisah kelam dimasa lalu.

Memang sih kebanyakan orang pasti ingin menyimpan kisah masa lalunya untuk sendiri, tidak untuk diumbar. Tapi ketika mendengar kisah orang lain mau tak mau juga mengingatkan kita akan kisah kita sendiri.


Pada dasarnya setiap orang memiliki kisah yang berbeda – beda. Dan dampaknya terhadap hidup mereka pun berbeda. Tapi maksud yang ingin disampaikan oleh Tuhan sama. Sebagai pelajaran.

Bagaimana

Setelah membaca sebuah blog dari seorang kakak senior yang sudah sukses disini.
Jadi teringat perbincanganku pertama kali dengannya yang sampai saat ini masih membekas di pikiranku.
Aku mulai berpikir.
Bagaimana rasanya berjalan sendiri? 
Bagaimana rasanya melangkah tanpa mengikuti orang lain?
Bagaimana rasanya menyusuri jalan hidup dengan mengikuti kehendak hati?

Sabtu, 30 Agustus 2014

Hidup itu Indah

       Setiap orang pasti pernah merasakan setidaknya sekali dalam hidupnya perasaan sedih. Sedih akan sesuatu yang tak diinginkan terjadi. Perasaan sedih yang menumbuhkan kekecewaan dan mengantarkan kita pada sebuah pertanyaan,

Mengapa semua ini harus terjadi?

      Perasaan sedih, kecewa, marah dan kalut memang mudah membawa kita pada prasangka negative. Ketika semua tidak seperti keinginan kita, kita mudah berprasangka mengapa Tuhan membiarkan ini terjadi kepada kita, mengapa Tuhan memberikan cobaan yang begitu berat kepada kita, mengapa?
       Sahabat, Tuhan itu sangat baik pada kita. Dia menurunkan kita di bumi, membiarkan kita menghirup oksigen, membiarkan kita melihat indahnya alam semesta, dan Dia pula yang mengajarkan kita segala hal di bumi ini. Mungkin tuhan tidak dapat mengajari kita secara langsung, tapi Tuhan mengajarkan segalanya melalui alam. Tuhan menciptakan segala sesuatunya berpasangan di dunia ini. Ada pria dan wanita, ada siang dan malam, ada baik dan buruk, ada air dan api, dan masih banyak lagi. Termasuk perasaan, Tuhan juga menciptakannya secara berpasangan. Ketika ada kesedihan maka ada kebahagiaan.

       Pernahkah sahabat membayangkan orang yang seumur hidupnya hanya berdiam di ruangan gelap yang kosong? Maka ia tidak akan pernah tau seperti apa cahaya itu, seperti apa warna merah, putih, kuning, hijau itu, yang ia tahu hanyalah hitam. Seperti itu pula, perasaan. Bagaimana mungkin kita bisa tau rasa bahagia itu jika kita tidak pernah merasakan kesedihan?

       Kesedihan memang bukan hal yang bisa kita nikmati. Terkadang kesedihan membawa kenangan pahit bagi kita yang mungkin tidak bisa dilupakan seumur hidup kita. Tapi itu bukan hambatan bagi kita untuk meraih kebahagiaan. Tak apa jika kenangan pahit itu tetap teringat sampai kapanpun. Tapi jangan biarkan kenangan pahit itu berjalan di depanmu, biarkan kenangan pahit dan rasa sedih itu tetap berada di belakang kita. Agar kenangan pahit itu tak menghalangi pandanganmu tuk meraih kebahagiaan, yang mungkin telah menanti di depanmu. Biarkan kenangan pahit itu tetap berada di belakangmu, sebagai pengingat agar kita selalu bersyukur kepada Tuhan atas nikmat yang diberikan.
ilustrasi(sumber:http://filosofi-hidup.blogspot.com/2012/10/hidup-ini-indah.html)

       Kesedihan dan penderitaan jangan sampai membuat pikiran negative menguasai akal kita. Bersedih boleh, tapi setelah itu berpikirlah positif dari peristiwa yang terjadi. Ambillah hikmah dan pelajaran darinya. Pikirkanlah orang – orang yang mungkin keadaanya lebih buruk daripada kita. Jangan biarkan pikiran negative menguasai hidup anda. Berprasangkalah positif bahwa itu semua adalah bagian dari proses agar kita menjadi pribadi yang semakin baik. Anggaplah itu adalah sebagian dari warna yang terlukis dalam kehidupan kita. Jika kita selalu bisa berpikir positif, maka kita akan selalu sadar bahwa hidup ini indah…

Sabtu, 23 Agustus 2014

Come Back

Lama, lamaaa sekaliii…saya nggak pernah nulis lagi disini. Entah karena malas atau karena kesibukan yang nggak bisa diajak kompromi.

Mungkin ini salah satu bentuk kebimbangan saya antara mau masuk ke salah satu UKM surat kabar apa enggak. Sebenarnya tahun lalu sudah mendaftar dan ngambil formulir, tapi masih belum yakin. Akhirnya saya batalkan niat itu. Akhir – akhir ini entah kenapa kepikiran lagi buat daftar.

Dulu, waktu saya masih berseragam putih abu – abu, saya bermimpi suatu saat bisa menjadi awak jurnalistik. Dulu keinginan itu begitu kuat hingga saya nyaris mendaftar kuliah di jurusan ilmu komunikasi. Walaupun pada kenyataannya saya malah mendaftar di jurusan manajemen.

Sekarang keinginan itu muncul lagi. Seperti teman lama yang tiba – tiba datang. Tapi sampai saat ini masih bimbang mengingat sudah ada dua organisasi yang dijalani. Keduanya sama – sama punya kegiatan yang lumayan banyak, dan keduanya berarti buat saya.

Tapi aku masih ingin mewujudkan mimpiku dulu. Aku ingin belajar menjadi reporter. Belajar tentang redaksi. Belajar menjadi penyampai berita yang baik. Dan jika suatu hari nanti impianku untuk bisa bekerja di ranah media massa dapat terwujud aku sudah punya bekal.

Maaf kalo malah jadi curhat hehe, soalnya bingung mau ngepost apa…

Senin, 13 Januari 2014

Memori SMA: Padua #Part 3

Alhamdulillah aku udah kenyang...
Dan sekarang mau lanjutin nostalgiaku di Padua. Tadi iseng-iseng buka grup FB Padua yg bernama PaduA the LoVeRs sAiNs ngGeMbueL pOoe'Na, oke lupakan namanya yang bikin pusing itu. Dibuka-buka kiriman-kirimannya dari tahun 2012. Wah ternyata pada gokil-gokil komennya. Banyak postingan-postingan unik dan aneh ternyata, dari yang penting sampe yang nggak penting. Aku bacanya sampe ngakak sendiri. Untung nulisnya sendirian jadi nggak dikira orang gila. Berikut ini penggalan dari komen-komen di grup padua. Kalo pengen ngerti apa yang dibicarain harus ngerti bahasa jawa 'ngapak' alias banyumasan hehe...



Sebenernya masih banyak sih postingan dan komentar-komentar unik lain tapi karena kebanyakan jadi nggak aku tayangin disini. Jadi sekarang lanjut aja yah ke momen Padua lainnya...

Bakar-bakar Ayam
Ayam siapa yang dibakar? ayam tetangga?...
Eitss...bukan donk, ini ayam kita patungan. Jadi ceritanya waktu itu kita sepakat buat acara bakar-bakar ayam di rumahnya Atin. Ceritanya buat perpisahan gitu, soalnya di kelas XII belum tentu bareng lagi. Akhirnya kami pun berangkat ke rumah Atin sorean. Yang nggak punya kendaraan nebeng, termasuk aku. Aku nebeng Adi soalnya dia masih satu desa sama aku. Sampe di rumah Atin, begitu udah kumpul semua mulailah kita bekerja. Ayam yang mau dibakar udah diungkep dulu sebelumnya sama mamanya Atin, biar cepet mateng n bumbunya meresap gitu. Trus kami juga siapin sambel buat cocolan ayam bakar nanti. Kira-kira abis Isya kami mulai bikin api. Sederhana aja, pake sabut kelapa. Seperti inilah suasananya saat itu




Karena pembakarannya kurang maksimal alhasil banyak ayam yang sekadar item tapi kurang mateng haha, ada juga yang malah agak gosong. Tapi ketika tiba saatnya makan toh semua juga ludes, bersih sampe tulang-tulangnya. Asal makannya bareng-bareng rasanya pasti tetep enak. Sehabis makan-makan Hana pamit pulang soalnya dia nggak boleh pulang kemaleman. Sebenernya kami semua rencananya mau nginep di rumah Atin dan begadang sampe pagi, tapi kalo ada yang mau pulang ya boleh aja. Setelah makan-makan selese kami ngumpul di ruang tamu sambil nyanyi-nyanyi. Harun yang lumayan jago main gitar dengan setia menggenjreng (bahasa apa pula...) dengan pelan dan penuh penghayatan (-_-). Entah berapa lagu yang kami nyanyiin. 

Makin malem makin dingin. Semua merapatkan jaket, dan selimut. Eh? kok ada selimut. Iya, soalnya Atin si tuan rumah dengan sukarela meminjamkan selimutnya biar nggak pada kedinginan. Karena waktu itu posisinya melingkar yang selimutnya ditaroh di tengah, jadi yang ketutupan selimut kakinya aja. Seakan belum cukup, kaki-kaki itu pun lama-lama jadi tumpang tindih haha...

Menjelang tengah malem anak-anak mulai pada ngantuk. Ada yang udah tepar malah. Sebagian lain merem melek. Yang pada tepar pun cari possisi masing-masing. Sementara lagu masih mengalun dari satu lagu ke lagu lain dengan iringan gitar dari Harun.




Tiba-tiba mamanya Atin keluar sambil bawa beberapa piring nasi goreng. Muka-muka yang tadinya udah ngantuk n lemes langsung cerah lagi. Bahkan yang tidur pun jadi bangun. Wah, sepertinya nasi goreng mama Atin emang sakti nih :D. Trus kami makan nasi goreng bareng-bareng. Satu piring buat beberapa orang. Nikmatnya kebersamaan...

Abis itu, yang mulai ngantuk pada cari posisi. Yang belum ngantuk ya nyanyi-nyanyi apa ngobrol gitu. Kalo aku sih sampe dini hari sekitar jam 4 masih kuat melek. Soalnya dah biasa begadang. Tapi menjelang jam 5 mata mulai terasa berat. Mana waktu itu cuaca emang pas lagi dingin-dinginnya lagi. Dan tanpa sadar aku merem sambil duduk. Nggak berapa lama aku sadar dengan agak kaget, ternyata aku mulai nagntuk. Pas liat sekitar temen-temen pada liatin ke arahku sambil cekikikan. Sialan, aku diketawaain -_-

Jam 6 kurang abis sholat subuh akhirnya pada pamit pulang. Rada nggak ikhlas momen itu berakhir. Tapi yah hidup harus tetap berputar (ceileh...). Akhirnya setelah pamitan ke Atin n mamanya kami pulang ke rumah masing-masing dengan menyimpan kenangan semalam. Sampe rumah, tidur sampe sianggg...haha


Class Meeting ke-Dua
Buat class meeting kedua ini mungkin nggak terlalu banyak kayak di class meeting yang pertama di Part 2 ya. Tetep ada lah momen yang patut dikenang. Waktu class meeting ke dua juga ada acara bikin stand-stand gitu tapi nggak semeriah sebelumnya. Jadi kita jualannya lebih sederhana n nggak seantusias waktu pertama. Karena yang jaga stand dikit jadi yang beli juga jarang. Alhasil barang dagangan kita banyak yang sisa. Dan sisanya diapain lagi kalo nggak dimakan sendiri haha. bahkan satu bungkus pecel buat rame-rame, kayak gini nih jadinya

ckckck, doyan apa laper tuh?
Selain itu juga ada lomba 'kakang mbokayu', kalo di jakarta si namanya 'abang none'. Tapi berhubung ini di Jawa Tengah jadinya ya 'kakang mbokayu'. Yang jadi 'tumbal' kali ini adalah Yeni sama Bayu. Mereka didandani pake busana jawa kemudian berlengggak-lenggok di catwalk bak model-model gitu. Beginilah kira-kira 'penampakannya'

cucok kan mereka?
Pesaing-pesaing mereka juga nggak mau kalah. Ada yang bahkan sampe ke salon biar penampilannya maksimal. Dan ketika pengumuman pemenang-pemenangnya. Ternyata padua dapet juara dua hehe, lumayan lah.

Buka Bersama
Kalo udah musimnya bulan puasa, pasti yang sering diomongin adalah buka puasa bersama atau bukber. Nah waktu itu padua juga ngadain kok. Walaupun nggak bisa dateng semua karena banyak yang berhalangan tapi bukber tetap berjalan. Kami buka bersama di Warung Bakso Tukung yang udah terkenal di dunia perbaksoan (lagi-lagi bahasa aneh...). Bayarnya? ya sendiri-sendiri lah, masa aku yang nanggung...!

                                             

sedikit foto yang bisa diabadikan

Ulang Tahun Katel
Ini waktu Katel ultah. Jadi kita bikin surprise buat katel pas abis pulang sekolah. Dan hal ini sukses bikin Katel mewek haha...


makan-makan....

Nah itu tadi adalah kisah tentang Padua, tentang indahnya kebersamaan dan persahabatan. Buat teman-teman Padua walopun kita udah menjalani hidup masing-masing, jangan lupakan kenangan-kenangan indah yang telah kita lalui bersama.

Sahabat adalah mereka yang mampu membuat hal yang sederhana menjadi sesuatu yang membuatmu bahagia.

Kalimat diatas pernah aku posting di grup Padua, dan entah ngutip darimana hehe...
Sekian kisah Padua, mungkin nanti aku akan posting kisah-kisah lain selama SMA. Makasih yang udah mau mampir,,,









Memori SMA: Padua #Part 2

Nah ini adalah kelanjutan dari postinganku yang judulnya Memori SMA: Padua #Part 1.

Kalo sebelumnya aku udah bahas tentang siapa aja sih yang ada di Padua dan karakter tiap orang, nah kali ini aku mau ceritain kejadian-kejadian menarik selama di Padua. Kenapa aku pengen nulis tentang mereka? biar inget. Siapa tau ntar kalo aku udah tua trus buka-buka blog (nenek-nenek gaul geto...) trus baca postingan ini kan jadi keinget sama teman-teman semasa SMA. Siapa tau bisa reuni hehe...

Yah langsung aja yah aku ceritakan penggalan-penggalan kisah semasa SMA, ceileehh...
Yuk cekidot...

Basecamp Padua

Gileee...punya basecamp? iya. Dan basecamp itu ada di kantin Si Ibu belakang kelas haha. Jadi itu adalah tempat kita sering ngumpul dan bergosip (kalo ini yang cewek-cewek) kalo pas istirahat ataupun pas sarapan.Seringnya sih kalo pas pagi Padua pada ngumpul disitu sambil sarapan. Menu yang biasa di pesen itu mi instan. Pokoknya kalo kita dateng kantin Si Ibu ancur deh,nah lo!? emang kite preman? hehe nggak sih maksudnya tuh rame gitu. Bahkan ada pengalaman lucu. Jadi waktu itu seperti biasa cewek-cewek padua pada ngumpul di kantin. Awalnya dikit-akhirnya jadi banyak, biasalah kalo cewek udah ngumpul gitu pasti rame deh. Apalagi hari sebelumnya abis pada study tour ke Bandung. jadi deh kami semua cerita-cerita pengalaman kami masing-masing, ada yang cerita nggak bisa pake toilet duduk pas ke wc, ada yang cerita rasanya naik wahana2 di Trans Studio Bandung, ada yang cerita belanja apa aja di Bandung, pokoknya macem-macem deh. Nah, ditengah keasyikan dan keriuhan kami tiba-tiba Rofik si ketua kelas teriak-teriak dari jendela kelas yang letaknya tepat di depan kantin


"woy! udah masuk nih!...jangan ngumpi aja!"

Sontak kami kaget, tapi malah terus ketawa.
"Emang pak Aji udah dateng?" tanya salah satu temanku.
 "Udah dari tadi," kata Rofik.

 Ternyata saking asyiknya sampe nggak denger ada bel bunyi. Sambil keluar dari kantin kami jalan ke kelas sambil masih cekikikan gara-gara kejadian tadi. Untung gurunya hari itu nggak killer. Waktu pelajaran biologi dan gurunya sekaligus wali kelas kami orangnya asyik jadi waktu kami masuk kami cuma mesam-mesam.Sedangkan pak Aji cuma pura-pura marah hehe...

Class Meeting

Ini cerita waktu selese Ujian Akhir Semester Ganjil. Jadi setiap selese UAS sambil nunggu pengambilan rapor selama seminggu sekolahku mengadakan class meeting yang diisi dengan lomba-lomba. Ada lomba voli, basket, futsal dan lain-lain. Tapi yang paling rame ya kalo futsal. Apalagi kalo yang main cewek-cewek, wah cuma rebutan bola deh (lah...bukanya futsal emang gitu ya :p). Aku juga pernah ikut si sekali, tapi kapok. Capek bangettt gilaaa...padahal cuma ngejar-ngejar bola sama lari kesana lari kesini dan nggak nyetak gol hehe. Sementara itu yang nggak ikut main teriak-teriak di pinggir lapangan kasih semangat.

ayo puji...tendang bolanya!

Selain lomba olahraga juga diadain lomba jualan. Jadi tiap kelas bikin warung-warung yah semacam stand-stand gitu. Diadainya waktu hari pengambilan rapor jadi yang beli juga para orangtua yang mau ngambil rapor. Nah sore harinya kami mulai membangun warung kami. Bahu membahu kami bikin tuh warung sebagus mungkin. Ada yang cari bambu, ada yang cari daun kelapa, ada yang bikin pondasi, pokoknya kerja semua deh. Pas sore 'mahkarya' kami sudah hampir selese, tiba-tiba...jederrr!!!...
Ujan.

Karena hari udah sore dan warung kami juga tinggal dikit lagi jadi akhirnya kami ujan-ujanan. Dan kondisi warung kami saat dalam kondisi sedikit 'terancam' gara-gara air ujannya menggenangi atap yang dibuat dari terpal. Tapi dengan gotong royong kami sanggup mengatasinya. Walopun kondisi saat itu sudah seperti korban banjir tapi kami tetep semangat.

kayak korban banjir kan? :D
Dan tibalah saatnya hari eksekusi itu hehe. Pagi-pagi sekali kami sudah sibuk mempersiapkan bahan-bahan buat dijual. Ada yang pergi ke pasar, ada yang cari buah, ada yang bikin sambel, ada yang menghias warung pake kertas krop dan ada yang foto-foto(kalo ini sih aku hihi...). Kami saat itu mutusin buat jual jajanan pasar sama rujak. Dan kami beruntung dapet tempat di paling pinggir, persis di sebelah jalan yang dilewatin orang-orang. Jadi deh warung kami laris manis. Selain itu kelezatan rujak kami yang 'aduhai' juga ternyata menjadi favorit pengunjung.
mari bu...silahkan di beli

Bikin Puding
Kalo ini sebenernya tugas dari guru kimia, jadi istilahnya mraktekin materi yang dikasih waktu itu yaitu tentang koloid. Kami dibagi jadi beberapa kelompok. Dan waktu itu aku sekelompok sama Atin, Yeni, Imus sama Harun. Waktu itu aku inget banget bikin pudingnya di rumah Atin sampe malem banget. Niatnya bikin puding nanas, tapi karena nanasnya nggak dapet jadi pakenya sari/ekstrak nanas. karena pas masak lampunya agak redup kami masukin sari nanasnya agak banyak. Ternyata setelah jadi dan dibawa ke tempat agak terang, busettt! Kuning bangettt....haha. Tapi ya udah nggak papa. Pagi harinya kami sudah siap dengan puding dari kelompok masing-masing. Ada yang coklat, ada yang warna-warni, dan macem-macem. Pas udah dinilai sama guru, saatnya makan-makan...langsung deh pada icip sana icip sini.

mau mau?
Makan-Makan di Taman Sekolah
Hm...kejadian ini aku nggak inget tepatnya kapan, tapi yang satu ini pokoknya asyik deh. Kalo nggak salah sih sebelum naik kelas XII. Jadi waktu itu Sinur tuh bawa es 'tung-tung' kalo aku nyebutnya, itu loh yang biasanya di jual pake contong atau gelas kecil. Trus Puji bawa kue katanya dia belajar bikin kue. Biasa lah anak-anak kalo ada yang gratisan plus enak langsung diserbu deh hehe. jadi kami ngumpul di taman depan sekolah sambil makan eskrim sama roti. Ah rasanya waktu itu nggak mau pisah...dan momen itu pun seperti biasa tak lepas dari mata kamera (hp). Bahkan waktu itu Onter temenku secara sukarela memvideokan momen tersebut. Disitu kami makan, bercanda sambil cerita-cerita, dan tak lupa kami menyanyikan yel-yel kami. Bunyinya gini, nadanya pake lagu 'Iwak peyek' yang saat itu lagi booming

Iwak peyek, iwak peyek
Iwak peyek sego jagung
Sampe tuek, kakek nenek
padua tetap bergabung!

Hehe itulah yel-yel padua. Dan tiap aku mgeliat videonya rasanya pengen kembali ke masa itu...T_T





Nah itulah beberapa kisah manis di padua. Untuk part 2 ini sekian dulu ya. Soalnya aku juga leper nih gara-gara liat Atin sama Imus makan. Nantikan Part 3'nya ya...:D






Memori SMA: Padua #Part 1

Ujan-ujan kayak gini enaknya ngapain yah?
Tidur?
Tidak, tidak...!
Makan?
Ya bisa jadi, bisa jadi...eh tapi nggak ding,kan nggak punya camilan T_T (nasib anak kos,cup..cup...)
Minum yang anget-anget?
Tidak...tidak...!
Main laptop?
IYA...IYA...!!!

Hehe gaje kan?
Reader: iya, gaje kayak muka yang nulis
Apa lo bilang?!?#ngasah golok
Reader: kabooorrr...

Abaikan juga yang tadi itu, itu tadi iklan golok cap gajah bengkak :p

Oke jadi sebenernya apa sih yang mau share kali ini? 
Kali ini aku mau mengenang masa-masa SMA. Bener kalo ada orang yang bilang kalo masa SMA itu sulit dilupakan. Banyak banget hal yang terjadi di masa SMA dari yang lucu sampe yang nyebelin, dari yang judulnya A sampai Z, dari yang mukanya jelek sampe yang cakep(maksud lo?).

Nah hari ini iseng buka foto-foto di laptop. Trus nemu deh folder yang aku kasih judul "Padua". Trus aku buka-buka. Ternyata isi dari folder itu berbahaya teman-teman! 
Reader: loh kok bisa? jangan-jangan isinya yang enggak-enggak ya?
Ye...bukan gitu! setelah ku buka isinya hasilnya bikin aku senyum-senyum sendiri kayak orang gila!
Gimana nggak senyum-senyum liat wajah-wajah unyu semasa SMA...tepatnya waktu kelas XI. Jadi waktu kelas XI tuh kita punya nama sendiri-sendiri buat kelas masing-masing. Dan nama kelasku yaitu kelas XI IPA 2 adalah Padua. Simple dan biasa saja.

cewek-cewek padua bernarsis ria...:D

masih narsis, aku yang mana coba?


Aku masih inget betapa kompaknya Padua saat itu. Semua tuh membaur, jadi nggak ada geng-gengan gitu. Satu kelas tuh ada 20 anak, dikit yah? emang...
Kalo ga salah tuh waktu itu di Padua ada: aku, Atin, Yeni, Imus, Desi, Cimel, Sinur, Katel, Wikur, Hana, Yulis, Site, Ela, Sutri, Puji, Rofik, Bayu, Harun, Adi sama Kuthez. 

Dan asal kalian tau yah, kebanyakan nama di atas itu nama panggilan alias bukan nama asli bahkan ada yang nggak nyambung sama nama aslinya. Contohnya nih Cimel, nama aslinya tuh Eti Meliana tapi disingkat jadi Timel dan akhirnya jadi Cimel haha unyu kan?. Trus katel, aslinya tuh Dwi Oktaviani. Loh kok jadi katel? kalo yang ini sih aku nggak tau sejarahnya soalnya panggilan dari kelas X. Dan Kuthez itu juga nama julukan, aslinya Ahmad Fauzi. Nggak tau kenapa dipanggil gitu. Dan...aku sendiri! dipanggil Dadar. Bukan karena wajahku seperti telor dadar, bukan kerena kalo makan suka pake telor dadar, dan bukan juga karena aku penjual kue dadar! bukan!. Jadi nama Dadar itu diberikan(ceileh...) sama temenku waktu kelas sepuluh. Karena waktu itu ada dua nama Evi di kelas aku lebih sering dipanggil nama belakangnya yaitu Dar, hingga akhirnya Dadar bahkan sekarang Dadarguling. Haha, bagaimanapun aku berterimakasih sama temenku, Papah yang udah menganugrahkan(prettt...) julukan itu buat aku.

keep smile paduaaa....


Nah selain punya nama panggilan yang unik (dan agak aneh) karakter masing-masing anak juga punya keunikan sendiri-sendiri. Dari yang diemmm banget sampe yang rempong banget. Ini beberapa karakter yang aku inget; ada Cimel yang pendiem, Hana yang pinter, Harun yang suka tidur kalo lagi pelajaran, Desi yang suheri(suka heboh sendiri) kalo baru dateng, Sinur yang ramah dan baik hati, Imus yang bakal lari bahkan nangis kalo disodorin ulat(walopun cuma bo'ongan) :D, Wikur yang suka jualan siomay di kelas, Yeni sama Yulis yang sukanya ceplas-ceplos :p,Sutri yang ceria, dan ada juga Puji yang 'ratu gombal', haha itu cuma beberapa orang yang bisa aku tulisin disini, yang nggak kusebut aku tetep sayang kalian.... Nah kalo aku? kalo aku si katanya suka bolot haha, soalnya aku kalo lagi konsen sama sesuatu,  dipanggil pake toa pun kayaknya nggak ngeh hehe...

Nah itu baru sedikit info tentang anggota-anggota Padua. Keseruan apa aja yang dialami padua selama satu tahun? tunggu part duanya hehe...

Kamis, 09 Januari 2014

Para Pejuang UAS

UAS…
Benar-benar bikin otak panas…
Tiap pagi mata rasanya pedas
Gara-gara tidurnya lewat dari jam dua belas
Buat baca berlembar-lembar kertas

Walaupun mata tertuju pada kertas
Tapi pikiran terbang bebas
Hanya bisa berdoa pada yang di Atas
Berharap dapet IP lebih dari pas

Wahai pejuang UAS
Semua harus dijalani dengan ikhlas
Biar hasilnya bikin puas

NB: tulisan ini didedikasikan  untuk para pejuang UAS. Semangat UAS!!!



Selasa, 31 Desember 2013

Kegunaan dan Dampak Beberapa Senyawa Turunan Alkana

1.    Kegunaan Haloalkana
a.    Haloalkana sebagai zat anestesi
Kloroform (CHCl3) pernah digunakan secara luas sebagai zat anestesi (pembius), tetapi kini sudah ditinggalkan. Kloroetana (C2H5Cl) digunakan sebagai bahan anestesi lokal.
b.    Haloalkana sebagai antiseptik
Iodoform (CHI3) adalah suatu zat berwarna kuning, berbau khas, dan digunakan sebagai antiseptik.
c.    Haloalkana sebagai pelarut
Tetraklorometana (CCl4) digunakan sebagai pelarut untuk oli dan lemak serta dalam pencucian kering (dry cleaning)
d.    Haloalkana sebagai bahan pemadam api
Alkana terhalogenasi sempurna, seperti karbon tetraklorida (CCl4), dan bromoklorodifluorometana (BCF) dapat memadamkan api.
e.    Senyawa klorofluorokarbon (CFC) dan freon
Freon merupakan nama dagang bagi suatu golongan senyawa klorofluorokarbon (CFC) yang digunakan sebagai cairan pendingin (refrigerant) atau sebagai propelan aerosol.
f.    Berbagai jenis senyawa haloalkena
Vinilklorida dan kloropena merupakan bahan dasar pada industri plastik dan karet sintetis.

2.    Kegunaan alkohol
a.    Metanol
1)    Sebagian besar produksi metanol diubah menjadi metanal (formaldehida) yang digunakan untuk membuat polimer (plastik).
2)    Metanol juga digunakan sebagai pelarut dan untuk membuat senyawa organik lain, seperti ester.
3)    Metanol dapat dicampurkan dengan bahan bakar bensin sampai kadar 15% tanpa mengubah konstruksi mesin kendaraan.
b.    Etanol
Dalam kehidupan sehari-hari, etanol dapat kita temukan dalam spiritus, dalam alkohol rumah tangga (alkohol 70% yang digunakan sebagai pembersih luka), dalam minuman beralkohol (bir, anggur, dan wiski) atau dalam air tape.

3.    Kegunaan eter
Eter yang terpenting adalah dietil eter yang dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam perdagangan disebut eter.
a.    Sebagai pelarut
b.    Obat bius (anestesi) pada operasi.Dietil eter adalah obat bius yang diberikan melalui pernapasan, seperti halnya kloroform atau siklopropana.
c.    Metil ters-butil eter (MTBE) digunakan sebagai aditif bensin, yaitu untuk menaikan nilai oktan.
4.    Kegunaan adelhida
Formaldehida merupakan adelhida yang paling banyak diproduksi dan mempunyai banyak kegunaan antara lain:
a.    Untuk membuat formalin
Formalin yaitu larutan 40% formaldehida dalam air. Formalin digunakan untuk mengawetkan contoh biologi dan juga mengawetkan mayat, tetapi tidak boleh digunakan untuk mengawetkan makanan.
b.    Untuk membuat berbagai jenis plastik termoset (plastik yang tidak meleleh pada pemanasan)

5.    Kegunaan keton
Keton yang paling banyak penggunaanya adalah propanon, yang dalam dunia perdagangan dan kehidupan sehari-hari disebut aseton.
Kegunaan utama aseton antara lain:
a.    Sebagai pelarut, khususnya untuk zat-zat yang kurang polar dan nonpolar.
b.    Sebagai pembersih pewarna kuku (kutek)
c.    Bahan untuk membuat parfum karena berbau harum.
6.    Ester
Berdasarkan jenis asam dan alkohol penyusunya, ester lazim dikelompokkan ke dalam 3 golongan berikut:
a.    Ester buah-buahan
Ester yang memiliki 10 atom karbon atau kurang pada suhu kamar berupa zat cair yang mudah menguap dan mempunyai aroma sedap.
b.    Lilin
Lilin (wax) adalah ester dari asam karboksilat berantai panjang dengan alkohol berantai panjang.
c.    Lemak dan minyak
Lemak adalah ester dari gliserol dengan asam-asam karboksilat suku tinggi. Kegunaan utama lemak adalah sebagai bahan makanan (minyak goreng dan margarin) dan untuk membuat sabun.

PRAKTEK KIMIA SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTROLIT

SIFAT KOLIGATIF LARUTAN ELEKTROLIT DAN NON ELEKTRONIK

A.Tujuan
Mengetahui besarnya penurunan titik beku larutan elektrolit dan non elektrolit.

B.Alat dan Bahan                                               
•    Tabung reaksi dan rak
•    Silinder ukur
•    Gelas kimia
•    Termometer
•    Larutan gula
•    Larutan garam
•    Air
•    Es batu
•    Garam dapur
                                                      
C.Cara Kerja
1.    Campurkan es batu dengan butiran garam dapur dalam gelas kimia sebagai pendingin.
2.    Masukkan kira-kira 5mL air ke dalam tabung reaksi, masukkan tabung ke dalam campuran pendingin.
3.    Masukkan termometer ke dalam tabung reaksi tadi.
4.    Catat saat suhu air dalam tabung membeku.
5.    Ulangi langkah diatas dengan  menggunakan larutan gula dan larutan garam.
6.    Catat suhu saat larutan membeku.

D.Hasil Pengamatan
Nama zat              Titik beku
Air                            0°C
Larutan gula          -1°C
Larutan garam        -10°C

E.Pembahasan
       Dari percobaan yang telah dilakukan, pada air didapat hasil penurunan titik beku sebesar 0°C. Sedangkan pada larutan gula titik bekunya sebesar -1°C. Adapun larutan gula yang titik bekunya sebesar -10°C.
       Seperti yang kita ketahui air merupakan pelarut murni sehingga titik bekunya adalah 0°C. Larutan gula diketahui sebagai larutan non elektrolit karena molekul-molekulnya tidak terionisasi secara sempurna. Karena jumlah partikel gula dalam pelarutnya lebih banyak daripada air maka titik bekunyapun lebih rendah daripada pelarutnya.
        Sedangkan larutan garam merupakan larutan elektrolit dimana molekul-molekulnya terionisasi secara sempurna. Artinya jumlah partikel garam jauh lebih banyak dari partikel gula maupun air. Sehingga titik didih larutan garam juga lebih rendah daripada larutan gula dan air.
       Hasil tersebut sesuai dengan teori yang menyatakan bahwa penurunan titik beku adalah selisih antara titik beku pelarut dengan titik beku larutan dimana titik beku larutan lebih rendah daripada titik beku pelarut.

F.Kesimpulan
       Dari percobaab yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa titik beku larutan gula dan garam lebih tinggi daripada titik beku pelarut murni. Titik beku larutan gula adalah -1°C dan larutan garam adalah -10°C.

Selamat Tahun Baru 2014

Jarum jam udah nunjukin angka 01.00. Tapi aku yakin kebanyakan orang malem ini pasti blom pada tidur. Karena sekitar satu jam yang lalu masyarakat Indonesia baru saja merayakan pergantian tahun baru 2014.

Aku juga nggak melewatkan momen yang hanya terjadi sekali setahun ini. Hanya saja tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain karena aku menyambut tahun baru kali ini di Jogja juga karena aku merayakannya bersama teman-teman di asrama. Kalau tahun-tahun sebelumnya aku malah tak pernah merayakannya secara langsung. Hanya nonton tv diri di rumah atau bahkan tidur. Maklum lah kampung halamanku masih desa jadi merayakan tahun baru bukan sesuatu yang biasa.

Meskipun hari ini sebenarnya cukup melelahkan karena aku sampai di jogja jam 5 sore tadi. Tapi daripada di kamar cuma bengong mending ikut anak-anak asrama ngerayain tahun baru deh. Bukan acara yang meriah. Hanya acara sederhana berupa bakar-bakar jagung, sosis dan baso. bahkan tidak ada kembang api.

Pukul 23.30 suara kembang api mulai terdengar bersahut-sahutan. Kami bergegas beres-beres biar bisa liat kembang api dari lantai tiga gedung asrama. Benar saja, ketika sampai di lantai tiga segera terlihat kilauan-kilauan warna-warni di langit. Kami pun dibuat terpesona dengan kembang api yang tak henti-hentinya menghiasi langit jogja malam ini. puluhan kembang api tak henti-hentinya meluncur hingga kurang lebih setengah jam. 

Masya Allah, akhirnya setelah bertahun-tahun hanya bisa menyaksikan kemeriahan pesta tahun baru lewat televisi sekarang bisa menyaksikan sendiri. yah, walaupun tidak ikut merayakannya di tempat-tempat pusat keramaian  sih. 

akhirnya aku mengucapkan selamat tahun baru 2014. Semoga di tahun baru ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Bisa menorehkan lebih banyak lagi prestasi. Dan dengan semangat baru kita melangkah ke depan..

Hehe apa-apaan sih kalimat terakhir itu :D, ya udah deh met bobo aja semuanya....




Minggu, 29 Desember 2013

blog oh blog

Ehem…cek, cek!

Oke, saya kembali lagi dengan postingan saya yang gaje.

 Barusan kepoin blognya beberapa orang yang saya kenal. Hm baca postingan-postingannya bikin senyum-senyum sendiri. Macem-macem isinya. Ada yang isinya curhat tentang kesehariannya. Ada yang suka posting foto-fotonya, puisi, cerpen, bahkan kisah pahit hidupnya. Pokoknya, blog tuh udah kayak buku diary deh. Dan setelah saya tengok blog saya, ternyata saya juga tak beda jauh isinya. Curhatan waktu lagi galau, curhatan iseng, puisi-puisi mellow, dan lain-lain yang saya pikir agak menggelikan. Tapi setelah melihat blog-blog tetangga yang ternyata isinya juga sejenis sepertinya itu hal yang wajar.

Sebenarnya saya punya banyak unek-unek yang ingin ditumpahkan di blog. Tapi nggak tau kenapa kalo udah berhadapan sama netbook jadi males nulis. Ujung-ujungnya malah buka facebook. Cape deeh…

Dulu saya ngebet banget pengen punya netbook biar bisa bikin blog trus posting info2 apa aja. But, setelah punya netbook ternyata saya melalaikan niat saya itu. Ya Allah, ampunilah hambamu ini ya Allah…#plak(mulai lebay…mulai lebay…). Ok back to topic. Jadi intinya saya menelantarkan blog saya. bisa kalian lihat berapa umur blog saya dan berapa postingan yang telah saya hasilkan. Memprihatinkan…-_-

Saya sempet mikir buat bikin blog saya buat numpahin uneg-uneg, yah semacam diary gitu biar agak rame dan gak sepi kayak kuburan. Tapi terus saya mikir lagi, siapa yang mau baca curhatan saya coba?. Ya udah saya memutuskan untuk posting kalo ada hal-hal atau moment penting aja. Tapi blog saya malah jadi terbengkalai L

Ternyata…blogger lain juga bikin blog jadi tempat curhat! Kalo gitu saya juga mau ikutan ah. Yang penting curhatnya nggak berlebihan hehe…J

Butuh motivasi tersendiri untuk membuat saya giat menulis. Dan yang bisa memotivasi diri saya adalah diri saya sendiri.

Sekian.



Kesepian Itu

Kesepian. Kata itu begitu menyeramkan bagiku. Seperti sebuah racun yang menyebar melalui aliran darah, melemahkan otot-ototku dan mematikan syaraf-syarafku. Menghilangkan kesadaranku.
Kesepian seperti sebuah penjara yang gelap dan dingin. Sekali masuk ke dalamnya akan sangat sulit untuk bisa keluar.
Bahkan aku kadang berpikir kalau kesepian itu bisa membunuhku. Kesepian membuatku tak mampu berpikir positif. Hingga jika tidak kuat menahannya terlalu lama bisa membuat orang berpikir untuk bunuh diri. Itulah mengapa aku berpikir kalau kesepian mampu membunuhku.
Aku sering merasa kesepian. Tapi dulu. Dan itu sangat menyeramkan. Aku sampai berpikir kalau aku pasti sudah gila. Tertawa sendiri dan menangis sendiri. Meskipun setelah bertemu dengan teman-teman di sekolah aku merasa biasa lagi. Tapi ketika dirumah aku merasa kesepian lagi. Rumah menjadi tempat yang menyeramkan bagiku. Rasanya seperti ingin menghilang dari dunia. Tapi dibalik kesepianku itu aku menemukan sesuatu. Atau lebih tepatnya ‘sesosok’ teman. Bukan teman sesungguhnya yang bisa disentuh. Tapi teman khayalan. Aku sudah pernah menceritakan sebelumnya ‘kan?.
Itu dulu. Sekarang? Yah kadang masih kesepian. Tapi aku lebih bisa mengendalikan emosiku dengan melakukan hal-hal yang setidaknya bisa menghilangkan pikiran-pikiran negative. Tapi ada satu hal yang yang sampai saat ini sulit kulupakan. Teman khayalanku, Rei. Ya, aku sering menghadirkannya di saat-saat tertentu. Tapi akhir—akhir ini dia sering enggan muncul. Aku tak tau kenapa.
Aku takut.
Aku takut dia meninggalkanku selamanya.

Aku takut kesepian lagi.

Selasa, 10 Desember 2013

This is my dream part 2

21. Bisa nonton band favoritku, Sheila On 7

22. Jadi editor

23. Menyaksikan secara live konser SCANDAL BAND

24. fasih berbahasa jepang

25. Menang lomba fotografi

26. Bisa beli kamera dengan tabungan sendiri

27. bayar kontrakan/kost dengan tabungan sendiri

28. Dapet beasiswa penuh selama kuliah

29. Sholat di masjid Istiqlal

30. Naik kereta

31. Naik pesawat

32. mendirikan perpustakaan sendiri

33. Student Exchange

34. Jadi asbid di Kopma UGM

35. Jadi staff di kopma


yah itulah ketiga puluh lima impian saya sampai saat ini. yang distabilo merupakan yang sudah tercapai. sedangkan yang lain masih dalam proses dan usaha. Mungkin kebanyakan adalah impian-impian yang lebih cenderung ke travelling atau rekreasi, tapi memang itulah yang terpikir oleh saya sampai saat ini. kedepannya saya akan terus menambah terus impian-impian saya dan mewujudkannya sebanyak mungkin.

mungkin juga ada beberapa impian yang terlihat aneh atau lucu yah? tapi yah nggak papa kan. yang namanya mimpi itu kan bebas.

saya nggak peduli kalo ada orang yang mau mengolok-olok apa yang saya tuliskan ini. Atau ada yang bilang 'nggak mungkin' saya nggak peduli. karena inilah yang membuat saya termotivasi. inilah yang membuat saya terus bergerak maju.

This is my dream part 1

Daftar impian saya :
1.Tidak ada nilai selain A dan B

2.IP> 3,5

3.Menerbitkan karyaku di media massa

4.Bisa bermain tenis

5.Menerbitkan buku sendiri

6.Mempelajari salah satu bela diri

7.Ikut PIMNAS

8.Mempunyai usaha sendiri

9.Pergi ke jepang

10.Mengunjungi Keukenhof Garden di Belanda

11.Pergi ke candi Borobudur

12.Bisa jadi aktivis

13.Tampil di Prambanan bersama UKJGS

14.Menyelam di Raja Ampat

15.Pergi ke Bali

16. Mengunjungi masjid Qul Sharif di Rusia

17.Mengunjungi Pontianak lagi

18.Berangkati nenek naik haji

19.Bertemu penulis kesukaanku, Afifah Afra

20.Ke taman Hitchi di Jepang

Baca dan Nulis

          Hello mina-san akhirnya setelah sekian lama berhibernasi saya kembali lagi. Masih seperti biasa saya pun nggak tau mau nulis apa disini. Lagian saya nulis apapun disini juga terserah saya kali. Kan ini blog saya yang punya. Iya gak? Hehe…

          Oh ya, cerita dikit nih. Tadi barusan baca buku kumpulan cerpen. Genrenya sih horror gitu. Setelah baca-satu dua cerpen di dalemnya saya jadi sedikit nyesel baca tuh buku. Karena ternyata isinya tak secetar membahana covernya. Diam-diam saya nyesel ngeluarin kocek Rp 65.000 buat beli tu buku. Nggak perlu sebut judul lah, yah intinya sih kalo menurut saya cerpen-cerpen dalam buku itu semuanya biasa aja. Khas kayak dongeng atau cerita-cerita hantu yang digambarin berkulit pucat, muka serem de el el lah. Meskipun saya belum membaca secara keseluruhan tapi saya sudah merasa bosan duluan jadi ya udah good bye deh. Mungkin ntar dibaca kalo lagi gak ada kerjaan.

          Saya memang selalu menyiapkan kocek tersendiri untuk beli buku. Kalo untuk buku saya memang nggak ngerasa sayang atau kalo orang jawa bilang ‘gak eman-eman’. Pada dasarnya saya emang suka baca sih. Sekarang aja ada total tiga buku yang belum saya baca dan siap menemani waktu senggang saya nantinya. Buat saya apapun buku itu pasti ada manfaatnya. Lagian buku juga bukan sesuatu yang cepet abis. Makanya saya gak segan ngeluarin uang buat beli buku.

          Berawal dari hobi baca lama-lama saya juga pengen bisa jadi kayak penulis-penulis yang saya baca karyanya. Bisa berbagi info, ide dan gagasan. Akhirnya saya mulai belajar nulis. Tapi kok rasanya susah yah. Keinginan ada tapi ide gak ada, atau malah sebaliknya. Akhirnya saya nulis Cuma kalo lagi pengen.
Dan ternyata di kelas saya ada juga yang hobi nulis. Bedanya kalo dia suka nulis fiksi kayak cerpen, cerbung de el el. Kalo saya sih lebih suka yang ilmiah kayak artikel, opini, esai dll. Menurut saya karya-karya dia tuh bagus—bagus loh. Imajinasinya luar biasa. Cerpen dan cerita yang dia bikin bukan sekadar cerita cinta remaja atau drama, tapi bisa dibilang genrenya tuh fantasy. Jadi cerita yang dia bikin tuh sesuatu yang bisa bikin kita serasa berada di dunia yang berbeda pada umumnya. Meskipun begitu dia masih segan untuk mengirimkan karya—karyanya ke penerbit. Padahal menurut saya itu udah pantes banget kalo diterbitin.
Jujur saya jadi sedikit iri sama dia. Dia punya ide dan dia bisa menuangkannya. Sedangkan saya?. Baru ngadep layar word aja dah bingung apa yang mau ditulis. But, saya sih positif thinking aja. saya Cuma perlu banyak latihan aja. Jujur kalo nulis fiksi saya emang kurang bisa sih. Meski kadang idenya ada tapi bingung mo mulainya.




Rabu, 23 Oktober 2013

Aku Butuh Jadwal

24 jam terasa kurang. Ya, itulah yang kuraskan semenjak aku menjalani aktifitas kuliah. Satu hari terasa begitu sempit. Sedangkan banyak hal yang ingin aku lakukan dalam satu hari. Belajar, nulis blog, nulis kompasiana, nulis esai, nulis fanfic, menghitung pengeluaran bulanan, baca buku, internetan, kuliah dan masih banyak lagi.
Aku kadang berkhayal andai aku bisa seperti tokoh kartun Naruto yang punya ‘jurus seribu bayangan’ yang bisa membut diri kita menjadi banyak. Nanti ada aku yang sedang kuliah, ada aku yang sedang baca buku, ada aku yang sedang nulis, sedang jalan-jalan, makan, atau bahkan tidur. Tapi yang kuhadapi bukan dunia seperti itu, ini adalah dunia yang nyata dimana semua orang dituntut untuk menggunakan waktunya sebaik mungkin atau mereka akan ketinggalan.
Sebenarnya aku bisa saja melakukan itu semua. Tapi tidak dalam satu hari. Dan yang kubutuhkan adalah jadwal. Dengan jadwal hidupku insya allah akan lebih teratur. Aku harus membuat jadwal untuk kegiatanku. Kuliah, berorganisasi, membaca buku, mengerjakan tugas, main, istirahat dan lain-lain. Aku butuh itu.