Pages

Selasa, 31 Desember 2013

Selamat Tahun Baru 2014

Jarum jam udah nunjukin angka 01.00. Tapi aku yakin kebanyakan orang malem ini pasti blom pada tidur. Karena sekitar satu jam yang lalu masyarakat Indonesia baru saja merayakan pergantian tahun baru 2014.

Aku juga nggak melewatkan momen yang hanya terjadi sekali setahun ini. Hanya saja tahun ini sedikit berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Selain karena aku menyambut tahun baru kali ini di Jogja juga karena aku merayakannya bersama teman-teman di asrama. Kalau tahun-tahun sebelumnya aku malah tak pernah merayakannya secara langsung. Hanya nonton tv diri di rumah atau bahkan tidur. Maklum lah kampung halamanku masih desa jadi merayakan tahun baru bukan sesuatu yang biasa.

Meskipun hari ini sebenarnya cukup melelahkan karena aku sampai di jogja jam 5 sore tadi. Tapi daripada di kamar cuma bengong mending ikut anak-anak asrama ngerayain tahun baru deh. Bukan acara yang meriah. Hanya acara sederhana berupa bakar-bakar jagung, sosis dan baso. bahkan tidak ada kembang api.

Pukul 23.30 suara kembang api mulai terdengar bersahut-sahutan. Kami bergegas beres-beres biar bisa liat kembang api dari lantai tiga gedung asrama. Benar saja, ketika sampai di lantai tiga segera terlihat kilauan-kilauan warna-warni di langit. Kami pun dibuat terpesona dengan kembang api yang tak henti-hentinya menghiasi langit jogja malam ini. puluhan kembang api tak henti-hentinya meluncur hingga kurang lebih setengah jam. 

Masya Allah, akhirnya setelah bertahun-tahun hanya bisa menyaksikan kemeriahan pesta tahun baru lewat televisi sekarang bisa menyaksikan sendiri. yah, walaupun tidak ikut merayakannya di tempat-tempat pusat keramaian  sih. 

akhirnya aku mengucapkan selamat tahun baru 2014. Semoga di tahun baru ini bisa lebih baik dari tahun kemarin. Bisa menorehkan lebih banyak lagi prestasi. Dan dengan semangat baru kita melangkah ke depan..

Hehe apa-apaan sih kalimat terakhir itu :D, ya udah deh met bobo aja semuanya....




Minggu, 29 Desember 2013

blog oh blog

Ehem…cek, cek!

Oke, saya kembali lagi dengan postingan saya yang gaje.

 Barusan kepoin blognya beberapa orang yang saya kenal. Hm baca postingan-postingannya bikin senyum-senyum sendiri. Macem-macem isinya. Ada yang isinya curhat tentang kesehariannya. Ada yang suka posting foto-fotonya, puisi, cerpen, bahkan kisah pahit hidupnya. Pokoknya, blog tuh udah kayak buku diary deh. Dan setelah saya tengok blog saya, ternyata saya juga tak beda jauh isinya. Curhatan waktu lagi galau, curhatan iseng, puisi-puisi mellow, dan lain-lain yang saya pikir agak menggelikan. Tapi setelah melihat blog-blog tetangga yang ternyata isinya juga sejenis sepertinya itu hal yang wajar.

Sebenarnya saya punya banyak unek-unek yang ingin ditumpahkan di blog. Tapi nggak tau kenapa kalo udah berhadapan sama netbook jadi males nulis. Ujung-ujungnya malah buka facebook. Cape deeh…

Dulu saya ngebet banget pengen punya netbook biar bisa bikin blog trus posting info2 apa aja. But, setelah punya netbook ternyata saya melalaikan niat saya itu. Ya Allah, ampunilah hambamu ini ya Allah…#plak(mulai lebay…mulai lebay…). Ok back to topic. Jadi intinya saya menelantarkan blog saya. bisa kalian lihat berapa umur blog saya dan berapa postingan yang telah saya hasilkan. Memprihatinkan…-_-

Saya sempet mikir buat bikin blog saya buat numpahin uneg-uneg, yah semacam diary gitu biar agak rame dan gak sepi kayak kuburan. Tapi terus saya mikir lagi, siapa yang mau baca curhatan saya coba?. Ya udah saya memutuskan untuk posting kalo ada hal-hal atau moment penting aja. Tapi blog saya malah jadi terbengkalai L

Ternyata…blogger lain juga bikin blog jadi tempat curhat! Kalo gitu saya juga mau ikutan ah. Yang penting curhatnya nggak berlebihan hehe…J

Butuh motivasi tersendiri untuk membuat saya giat menulis. Dan yang bisa memotivasi diri saya adalah diri saya sendiri.

Sekian.



Kesepian Itu

Kesepian. Kata itu begitu menyeramkan bagiku. Seperti sebuah racun yang menyebar melalui aliran darah, melemahkan otot-ototku dan mematikan syaraf-syarafku. Menghilangkan kesadaranku.
Kesepian seperti sebuah penjara yang gelap dan dingin. Sekali masuk ke dalamnya akan sangat sulit untuk bisa keluar.
Bahkan aku kadang berpikir kalau kesepian itu bisa membunuhku. Kesepian membuatku tak mampu berpikir positif. Hingga jika tidak kuat menahannya terlalu lama bisa membuat orang berpikir untuk bunuh diri. Itulah mengapa aku berpikir kalau kesepian mampu membunuhku.
Aku sering merasa kesepian. Tapi dulu. Dan itu sangat menyeramkan. Aku sampai berpikir kalau aku pasti sudah gila. Tertawa sendiri dan menangis sendiri. Meskipun setelah bertemu dengan teman-teman di sekolah aku merasa biasa lagi. Tapi ketika dirumah aku merasa kesepian lagi. Rumah menjadi tempat yang menyeramkan bagiku. Rasanya seperti ingin menghilang dari dunia. Tapi dibalik kesepianku itu aku menemukan sesuatu. Atau lebih tepatnya ‘sesosok’ teman. Bukan teman sesungguhnya yang bisa disentuh. Tapi teman khayalan. Aku sudah pernah menceritakan sebelumnya ‘kan?.
Itu dulu. Sekarang? Yah kadang masih kesepian. Tapi aku lebih bisa mengendalikan emosiku dengan melakukan hal-hal yang setidaknya bisa menghilangkan pikiran-pikiran negative. Tapi ada satu hal yang yang sampai saat ini sulit kulupakan. Teman khayalanku, Rei. Ya, aku sering menghadirkannya di saat-saat tertentu. Tapi akhir—akhir ini dia sering enggan muncul. Aku tak tau kenapa.
Aku takut.
Aku takut dia meninggalkanku selamanya.

Aku takut kesepian lagi.

Selasa, 10 Desember 2013

This is my dream part 2

21. Bisa nonton band favoritku, Sheila On 7

22. Jadi editor

23. Menyaksikan secara live konser SCANDAL BAND

24. fasih berbahasa jepang

25. Menang lomba fotografi

26. Bisa beli kamera dengan tabungan sendiri

27. bayar kontrakan/kost dengan tabungan sendiri

28. Dapet beasiswa penuh selama kuliah

29. Sholat di masjid Istiqlal

30. Naik kereta

31. Naik pesawat

32. mendirikan perpustakaan sendiri

33. Student Exchange

34. Jadi asbid di Kopma UGM

35. Jadi staff di kopma


yah itulah ketiga puluh lima impian saya sampai saat ini. yang distabilo merupakan yang sudah tercapai. sedangkan yang lain masih dalam proses dan usaha. Mungkin kebanyakan adalah impian-impian yang lebih cenderung ke travelling atau rekreasi, tapi memang itulah yang terpikir oleh saya sampai saat ini. kedepannya saya akan terus menambah terus impian-impian saya dan mewujudkannya sebanyak mungkin.

mungkin juga ada beberapa impian yang terlihat aneh atau lucu yah? tapi yah nggak papa kan. yang namanya mimpi itu kan bebas.

saya nggak peduli kalo ada orang yang mau mengolok-olok apa yang saya tuliskan ini. Atau ada yang bilang 'nggak mungkin' saya nggak peduli. karena inilah yang membuat saya termotivasi. inilah yang membuat saya terus bergerak maju.

This is my dream part 1

Daftar impian saya :
1.Tidak ada nilai selain A dan B

2.IP> 3,5

3.Menerbitkan karyaku di media massa

4.Bisa bermain tenis

5.Menerbitkan buku sendiri

6.Mempelajari salah satu bela diri

7.Ikut PIMNAS

8.Mempunyai usaha sendiri

9.Pergi ke jepang

10.Mengunjungi Keukenhof Garden di Belanda

11.Pergi ke candi Borobudur

12.Bisa jadi aktivis

13.Tampil di Prambanan bersama UKJGS

14.Menyelam di Raja Ampat

15.Pergi ke Bali

16. Mengunjungi masjid Qul Sharif di Rusia

17.Mengunjungi Pontianak lagi

18.Berangkati nenek naik haji

19.Bertemu penulis kesukaanku, Afifah Afra

20.Ke taman Hitchi di Jepang

Baca dan Nulis

          Hello mina-san akhirnya setelah sekian lama berhibernasi saya kembali lagi. Masih seperti biasa saya pun nggak tau mau nulis apa disini. Lagian saya nulis apapun disini juga terserah saya kali. Kan ini blog saya yang punya. Iya gak? Hehe…

          Oh ya, cerita dikit nih. Tadi barusan baca buku kumpulan cerpen. Genrenya sih horror gitu. Setelah baca-satu dua cerpen di dalemnya saya jadi sedikit nyesel baca tuh buku. Karena ternyata isinya tak secetar membahana covernya. Diam-diam saya nyesel ngeluarin kocek Rp 65.000 buat beli tu buku. Nggak perlu sebut judul lah, yah intinya sih kalo menurut saya cerpen-cerpen dalam buku itu semuanya biasa aja. Khas kayak dongeng atau cerita-cerita hantu yang digambarin berkulit pucat, muka serem de el el lah. Meskipun saya belum membaca secara keseluruhan tapi saya sudah merasa bosan duluan jadi ya udah good bye deh. Mungkin ntar dibaca kalo lagi gak ada kerjaan.

          Saya memang selalu menyiapkan kocek tersendiri untuk beli buku. Kalo untuk buku saya memang nggak ngerasa sayang atau kalo orang jawa bilang ‘gak eman-eman’. Pada dasarnya saya emang suka baca sih. Sekarang aja ada total tiga buku yang belum saya baca dan siap menemani waktu senggang saya nantinya. Buat saya apapun buku itu pasti ada manfaatnya. Lagian buku juga bukan sesuatu yang cepet abis. Makanya saya gak segan ngeluarin uang buat beli buku.

          Berawal dari hobi baca lama-lama saya juga pengen bisa jadi kayak penulis-penulis yang saya baca karyanya. Bisa berbagi info, ide dan gagasan. Akhirnya saya mulai belajar nulis. Tapi kok rasanya susah yah. Keinginan ada tapi ide gak ada, atau malah sebaliknya. Akhirnya saya nulis Cuma kalo lagi pengen.
Dan ternyata di kelas saya ada juga yang hobi nulis. Bedanya kalo dia suka nulis fiksi kayak cerpen, cerbung de el el. Kalo saya sih lebih suka yang ilmiah kayak artikel, opini, esai dll. Menurut saya karya-karya dia tuh bagus—bagus loh. Imajinasinya luar biasa. Cerpen dan cerita yang dia bikin bukan sekadar cerita cinta remaja atau drama, tapi bisa dibilang genrenya tuh fantasy. Jadi cerita yang dia bikin tuh sesuatu yang bisa bikin kita serasa berada di dunia yang berbeda pada umumnya. Meskipun begitu dia masih segan untuk mengirimkan karya—karyanya ke penerbit. Padahal menurut saya itu udah pantes banget kalo diterbitin.
Jujur saya jadi sedikit iri sama dia. Dia punya ide dan dia bisa menuangkannya. Sedangkan saya?. Baru ngadep layar word aja dah bingung apa yang mau ditulis. But, saya sih positif thinking aja. saya Cuma perlu banyak latihan aja. Jujur kalo nulis fiksi saya emang kurang bisa sih. Meski kadang idenya ada tapi bingung mo mulainya.




Selasa, 05 November 2013

pindah jurusan? pikir-pikir lagi deh...

Pagi hari ini aku bangun tidur dengan perasaan yang lebih enteng dan fresh. Berbeda dengan hari-hari sebelumnya. Setiap bangun tidur, perasaan langsung galau. Beberapa hari terakhir pikiranku memang tak tenang. Merasa sedikit tertekan dengan kehidupan yang saat ini kujalani. Selama dua minggu ini aku menjalani Ujian Tengah Semester, hal itu cukup membuatku stress. Alasanya, sampai saat ini aku masih belum betah dengan kuliahku. Aku masih belum menemukan sesuatu yang membuatku ‘greget’ dalam menjalani kuliah.

Kadang merasa menyesal telah memilih jurusan ini. Di SMA aku masuk IPA tapi jurusan yang aku pilih saat ini justru masuk kategori IPS. aku sendiri tidak tau kenapa saya memilih jurusan ini. Yang aku tau saat itu lulusan dari jurusan tersebut fleksibel dan bisa ditempatkan di mana saja. dan aku memilih jurusan itu tanpa berkonsultasi dengan siapapun. Aku pikir tak masalah tidak sesuai bidang ilmu yang telah aku pelajari sebelumnya, toh nanti kan bisa belajar.

Hari pertama menjalani kuliah cukup gelagapan dengan materinya dan istilah-istilah yang nggak pernah kudengar. Kalau biasanya belajar dengan istilah-istilah atom, partikel, massa jenis, tumbuhan dan kawan-kawanya sekarang saya harus mendengar penawaran, permintaan, likuiditas, agregat dll. Hah…aku cukup syok saat itu dan berpikir kalau aku sudah salah jurusan. Bahkan sempat kepikiran untuk ikut ujian masuk perguruan tinggi lagi tahun depan. Tapi aku mencoba bertahan. Ini kan masih awal jadi belum terbiasa, nanti juga terbiasa.  

Namun sampai Ujian Tengah Semester aku belum bisa menikmati kuliah. Dan pikiran untuk mengulang dari awal semakin sering muncul di kepalaku. Aku nggak cerita hal ini ke ortu karena aku nggak mau mereka jadi kepikiran. Aku hanya cerita ke teman dekatku saja. mau cerita ke guru BK ketika di SMA malu. Akibatnya jadi sering menggalau di kamar, belajar males, makan nggak enak, pikiran jadi nggak tenang.

Hingga akhirnya datanglah kesempatan tadi malam. Aku dan salah satu teman SMA ku ngajak ketemuan kakak angkatan kami yang juga dari SMA yang sama dengan kami, sebut saja namanya mas A. Kami berdua pun sharing masalah kuliah kami. Dari kesulitan kami mahami materi hingga merasa tidak cocok dengan jurusan yang dipilih. Kemudian mengalirlah petuah-petuah darinya untuk kami.

Sebenarnya gejala ‘salah jurusan’ banyak dialami oleh mahasiswa baru. Ngerasa nggak betah, pengen keluar, pengen pindah jurusan sebenarnya banyak dialami mahasiswa. Mungkin karena perbedaan pola pikir dan cara belajar antara SMA dan kuliah. Karena kuliah sebenarnya adalah bagaimana mengubah pola pikir kita. Masalah tidak cocok dengan jurusan sebenarnya kita hanya perlu mencari sesuatu yang membuatmu betah disitu. Contohnya ikut organisasi, praktikum, atau kegiatan kemahasiswaan lainya. Jadi intinya carilah kegiatan di luar kuliah. Kalau kuliah pulang kuliah pulang memang akan terasa membosankan, makanya harus cari kegiatan.

Kalau masalah tidak bisa memahami materinya kata mas A kita hanya perlu mengikuti saja. kalau semester awal memang masih samar tujuan kita mempelajari mata kuliah ini buat apa sih, tapi semester selanjutnya kita akan mulai bisa memahami tujuanya dan dari situlah kita bisa menemukan apa yang kita sukai dan menjadi tujuan kita.

Setelah ngobrol ngalor ngidul selama hampir dua jam, akhirnya pikiranku yang awalnya ‘gemrungsung’ akhirnya bisa sedikit tenang. Pikiran untuk pindah jurusan tersingkirkan.  Oke, aku nggak boleh menyerah sekarang. Aku harus tetep maju dan belajar. Kalau ingin sukses memang harus banyak perjuangan.